Wednesday, October 15, 2014

Cerita Tentang Adzan Terakhir Bilal bin Rabah

Kalian semua pasti tahu, bahwa ketika di zaman nabi, setiap memasuki waktu shalat, maka yang mengumandangkan adzan adalah Bilal bin Rabah. Bilal itu dipilih karena memiliki suara yang indah. Pria berkulit hitam asal Afrika itu mempunyai suara emas yang khas. Posisinya sewaktu nabi masih ada, tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat keluat kota bersama nabi atau ketika terjadi perang.

          Beliau tak pernah berpisah dengan nabi, kemanapun nabi pergi. Hingga pada suatu hari nabi menemui Allah SWT pada awal 11 Hijriyah. Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika khalifah Abu Bakar memintanya untuk menjadi muadzin kembali, dengan hati yang pilu Bilal berkata : '' Biarkan aku jadi muadzin nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan siapa - siapa lagi. ''

Abu Bakar terus mendesaknya dan Bilal pun bertanya : '' Dulu, ketika engkau membebaskanku, apakah engkau membebaskanku karena dirimu atau karena Allah? ''. Abu Bakar hanya terdiam. '' Jika engkau membebaskanku karena dirimu, maka aku bersedia menjadi muadzinmu, tetapi jika engkau membebaskanku karena Allah, maka biarkan aku tetap pada keputusanku ''. Kemudian Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.

          Kesedihan yang teramat sangat setelah kepergian nabi, terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihannya itu pulalah yang mendorongnya untuk meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath menuju kota Syam dan kemudian tinggal di Homs, Syiria. Sekian lama Bilal tak pernah mengunjungi Madinah, hingga suatu malam, Nabi Muhammad SAW hadir dalam mimpi Bilal dan menegurnya : '' Hai Bilal... Kenapa engkau tidak mengunjungiku? Kenapa sampai begini? ''. Bilal pun terperanjat, lalu ia segera mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah mengunjungi nabi. Sekian tahun sudah ia meninggalkan nabi.

Setibanya di Madinah, Bilal melepas rindunya yang teramat dalam kepada nabi. Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucu Nabi SAW, yaitu Hasan dan Husein. Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu nabi itu.

          Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal : '' Paman... Maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami. '' Ketika itu, Umar bin Khattab yang sudah menjadi khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu dan beliau juga memohon Bilal mengumandangkan adzan, meski hanya sekali saja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat tiba, dia naik ke tempat dahulu dia biasa mengumandangkan adzan pada masa nabi masih hidup. Mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz '' Allahu Akbar '' dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktivitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun - tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sesosok yang agung, suara yang begitu indah dan sangat dirindukan itu, kini telah kembali.

          Ketika Bilal meneriakkan kata '' Asyhadu an laa ilaaha illallah '', seluruh isi kota Madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan, mereka pun ikut keluar. Dan saat Bilal mengumandangkan '' Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah '', Madinah seketika itu juga dipenuhi tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa - masa indah bersama nabi. Umar pun juga menangis, bahkan Umar yang menangis paling keras.

Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya terhalang oleh air mata yang tidak henti - hentinya mengalir. Di hari itu, Madinah mengenang saat - saat indah bersama nabi. Tak ada pribadi yang paling dicintai selain nabi. Dan adzan itu, adalah adzan pertama dan sekaligus terakhir Bilal semenjak nabi wafat. Dia tak pernah lagi bersedia mengumandangkan adzan, sebab kesedihannya yang sangat mencabik - cabik hatinya, mengenang seseorang yang karenanya dirinya derajatnya diangkat begitu tinggi. Semoga kita dapat merasakan betapa rindunya dan cintanya Bilal kepada nabi Muhammad SAW, Amin ya rabbal 'alamin.

Related Posts

Cerita Tentang Adzan Terakhir Bilal bin Rabah
4/ 5
Oleh

Daftar via Email Gratis!

Suka dengan post yang bermanfaat seperti ini? Ayo tulis email anda sekarang dan dapatkan post terbaru lainnya via email.

Show comments
Hide comments

1 komentar:

Tulis komentar
avatar
October 18, 2014 at 1:51 PM

Bilal ini kan, yg suara tapak kakinya sudah terdengar di surga

Reply

Ayo berikan pendapat dan komentarmu tentang postingan ini!
Karena pendapat dan komentarmu sangatlah berarti :D